December 30, 2006

hope

Filed under: Personal

Terkadang, harapan, keinginan ataupun impian yang gw harapkan… tidak selamanya bisa terwujud sesuai dengan yang gw harapkan. Tapi.. manusia berharap.. Tuhan lah yang menentukan.

Gw selalu menyiapkan sedikit ruang di hati kecil gw untuk rasa kecewa, ketika gw berharap lebih atas sesuatu yang gw jalanin. Gak peduli buat siapapun, buat sesorang yang gw sayangi, ataupun buat seseorang yang gw gak kenal sekalipun.

Malam ini seseorang berteriak kencang di telinga gw… menyuruh gw meninggalkan seseorang yang lain, sebelum ruang kecil di hati gw ini semakin membesar.

Terkadang.. gw harus tau kapan saaatnya untuk mempertahankan dan kapan untuk melepaskan. Yang gw lakukan saat ini, hanyalah bertahan dan mengalir apa adanya. Mungkin besok.. besok.. dan besok gw akan coba belajar untuk melepaskan walaupun itu sama-sama ‘kecewa’, setidaknya untuk saat itu saja.

gw akan coba walaupun gak sepenuhnya bisa gw jalanin.. dan ini adalah harapan gw

hang out

Filed under: Personal

Acara akhir tahun di kantor diisi dengan ngobrol-ngobrol di Setiabudi One. Seru banget bisa jalan-jalan bareng sama temen-temen sekantor. Lebih seru lagi karena bos ikutan langsung. Makan-makan dari siang sampe sore, trus dilanjutin maen billiard ampe malem jam 10an. Gila… B-girl a.k.a cewe-cewe billiardnya manteb-manteb. Ada 2 temen kantor gw yang dideketin langsung menjauh dari tuh cewe-cewe. Kekekeke.

December 26, 2006

x-mas

Filed under: Personal, Daily Life

Have a wonderful love christmas.

Natalan di rumah kemarin rameee banget, semua sepupu dateng semua. Pohon natal gw rusak abis, gak hanya kadonya aja yang diambil, tapi semua hiasannya diambilin juga. Hehehe…ampuuun. Masih banyak banget coklat di rumah, yang kalo dimakan tiap hari ampe taon baru juga gak bakalan abis.

Merry Christmas and Happy New Year.

We celebrate this time of year
because our Lord was born,
But let us not forget
That there are others who may mourn.

In times of sorrow, times of strife,
it’s sometimes hard to smile,
So, Holy Spirit, please come in
and tarry for a while.

Touch those who may be suffering;
Touch every wounded heart,
Touch all those burdened souls
When they feel distant, set apart.

Remove the pain, and fill their hearts
with happiness and mirth,
And let them all rejoice now
in The Savior’s holy birth.

December 20, 2006

kopi asin hangat

Filed under: Daily Life

Kopi Asin Hangat

Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya.

Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, “Kita pulang aja yuk…?!?”. Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, “Bisa minta garam buat kopi saya?”. Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.

Si gadis dengan penasaran bertanya, “Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?”. Si pria menjawab, “Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana. “Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya, dan keluarganya.

Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua. Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang
dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli … betul-betul seseorang yang sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu!

Untung ada kopi asin!

Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya,dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.

Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, “Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu … tentang kopi asin. Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya terlalu sayang padamu dan telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun. Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.”

Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam?

Si gadis pasti akan menjawab, rasanya manis.

tambahkan Cinta dan Kurangi prasangka karena terkadang garam terasa lebih manis daripada gula

December 17, 2006

red eye

Filed under: Personal

Perihnya mata sebelah kiri gw selama seminggu ini ternyata adanya kotoran yang numpang di mata gw. Shit!! Awalnya pas bangun tidur, tiba-tiba ada sedikit yang ngeganjel di mata gw, tapi gw coba bersihin pake air tetep aja masih ada. Ganjalan itu hilang setelah 3 hari, tapi kadang-kadang mata gw suka merah secara tiba-tiba. Gw sendiri sampe takut banget ngeliat mata sebelah kiri gw yang super duper merah, bahkan sampe bikin agak rabun mata kiri gw.

Sabtu kemarin gw paksain buat periksa ke dokter mata, dan kata dokter ada sedikit kotoran. Mata gw dibius sebentar dan kotorannya diambil pake jarum. Hiiiii, agak serem ngeliat jarumnya, tapi gak berasa sama sekali di mata. Dokternya ngasih tau kotoran itu ke gw, sebesar semut kecil, warnanya hitam, agak sedikit keras.

Phhhuuuh, serem juga kalo dah ngalamin kayak gini. Sekarang mata kiri gw dah sembuh, gw dah gak ngerasain lagi perih dan mata merah. Cuma, gw ngerasa sedikit berbayang di mata kiri. Emmm.. sepertinya minusnya nambah nich.

Yang bikin gw tercengang adalah gw harus nebus biaya check plus obat sebesar 300rb. Gilaa Cuma gitu doang, 300rb??? Wajar aja gw kaget, karena ini adalah pertama kalinya gw berobat bayar. Seumur hidup gw selalu berobat gratis dari perusahaan bokap. Karena gw ke rumah sakitnya hari sabtu, jadi gw harus berobat ke luar. Gak abis pikir gw, 300 ribu???, walaupun biayanya bakalan diganti, tetep aja….. Gw jadi mikir, kasihan juga buat orang-orang yang gak mampu buat ke dokter.

Rencananya besok mo ijin setengah hari, mo jalan-jaan ke pasar pagi mangga dua, selain ngecek minus mata gw, juga mo beli kacamata baru. Hehehe.

gara-gara gini, gw jadi ngasih perhatian lebih ke mata

December 11, 2006

back to fun

Filed under: Personal

Walaupun mata masih ngantuk dan badan masih pegel-pegel, minggu kemarin gw paksain buat bangun pagi-pagi. Nyokap dah teriak-teriak di rumah, suara kencengnya dari dapur dah cukup membangunkan seisi rumah (hehehe)... ” Maaas… bangun! jadi ikut gak????”

Minggu kemarin, sekeluarga jalan-jalan ke Ancol, lebih tepatnya ke Iceword, Gelanggang Samudra dan SeaWorld. Jalan-jalan ke Ancol merupakan acara tahunan dari perusahaan bokap. Jalan-jalan gratis tiap tahun. Tidak hanya ke Ancol atau Dufan, tapi juga ke Taman Safari, Pangandaran, Carita ,.... (gw lupa kemana lagi, yang pasti banyak banget :p ). Dari jamannya gw SD kelas 5 ampe sekarang, masiiiih aja ada. Ampe bosen yang namanya jalan-jalan ke Dufan. Rencana ini sebenernya dah lama banget, mulai dari awal tahun. Tapi jadwalnya gak pernah matching sama jadwal bokap dan ade gw. Bingung, mo mutusin ke Dufan ato ke Gelanggang Samudra?? Emmm… akhirnya gw yang mutusin buat ke Gelanggang Samudra aja, gw gak mau cape mainan di Dufan.

Jam 10.30 dah nyampe di tempat pertama.. Ice World atau Dunia Es, yang terletak di Pantai Carnival Ancol. Kalau dilihat dari luar, tempatnya seperti gudang. Nggak bagus sama sekali. Berbeda dengan desain wahana-wahana di Dufan. Sebelum masuk, kami diharuskan memakai jaket yang sangat tebal. Di dalam IceWorld berisi petualangan dalam menelusuri tujuh keajaiban dunia, replika dari es ini bersuhu 10 sampai dengan 15 derajat celcius di bawah nol. Gw sempet nyobain perosotan (haiyaah… apa sih namanya?? emm.. papan es luncur.) 20 menit di dalem badan gw dah beku, tangan gw dah gak bisa ngerasain apa-apa (huahauhua). Pengunjung yang masuk dipesankan, jika gak kuat bisa keluar, dan nantinya bisa masuk lagi ke dalam IceWorld. Nyokap ampe 2 kali bolak-balik keluar masuk. Dingiiiiiin abiiisss

Selesai dari IceWorld, jam 11.30 lanjut ke Sinema4D di Gelanggang Samudra. Gw yang paling penasaran sama wahana ini. Dari luar seperti menara pyramid, seperti menggambarkan ‘The Last Kingdom’ (apa coba.??). Pengunjung yang masuk diwajibkan menggunakan kacamata 3D. Gw sendiri bingung, Sinema 4D dengan kacamata 3D. (sampai berita blog ini diturunkan, gw masih mencari-cari sumber mengenai Sinema 4D ini :p). Pas masuk seraasa masuk ke Petualangan Antariksa di Dufan, yang udah gw duga bangkunya pasti bakalan ‘goyang-goyang’. Blooom aja mulai, muka gw dah disemprot sama air yang keluar dari bagian belakang bangku depan gw. (Siaaalll). Gila jo.. seru abis, efek 3D nya bener-bener berasa banget. Saking gilanya gw sama nyokap nangkepin ubur-ubur di atas kepala gw. Dari awal ampe akhir gw gak berenti-berentinya ngakak dan teriak-teriak. Bahkan iklan Sinema4D di TV yang ada penyu lagi ‘mlongo’ bener-bener ada di depan gw. Sinema 4D… Seruuuu Abisss!

Terakhir, jalan-jalan ke SeaWorld. Cuma ada atu hewan air yang baru di SeaWorld, namanya Sea Dragon atau Naga Laut. Bentuknya emang mirip seperti naga yang biasanya gw liat, terlepas naga itu ada atau nggak.

Finally, bisa juga jalan-jalan bareng keluarga, tadinya gw dah hopeless gak akan jadi lagi seperti tahun lalu.

December 5, 2006

. _ _ _ . _ . . _ . . . .

Filed under: Personal

. – .  . -  . . .  . -     – -  .  – .  . – - -  . -  . . -  . . . .  . .     – . .  . -  – .     – . .  . .  . – - -  . -  . . -  . . . .  . .     . .  -  . . -     – -  .  – -  . -  – .  – - .     . . .  . -  – -  . -     . . .  . -  – -  . -     – -  .  – .  – . – -  . -  – . -  . .  -  – . -  . -  – .        – . .  . . -  . – . .  . . -     – - .  . – -     . . .  .  . – .  . .  – .  – - .     – . . .  . -  – .  – - .  .  -     – .  – - .  .  . – - -  . -  . . . .  . . –  . .  – .     . . .  .  . . .  – - -  . – .  . -  – .  – - .        – . . .  . .  . -  . . .  . -  – .  – . – -  . -     – - -  . – .  . -  – .  – - .     – - -  . – .  . -  – .  – - .     – . – -  . -  – .  – - .     . . -  – . .  . -  . . . .     – . . .  . .  – . -  . .  – .     – - .  . – -     – . -  .  – . – .  .  . – -  . -     . -  – . . .  . .  . . .              . . .  .  – . -  . -  . – .  . -  – .  – - .              . . .  .  . . .  – - -  . – .  . -  – .  – - .     – -  .  – .  . – - -  . -  . . -  . . . .  . .     – - .  . – -        – - .  . – -     – .  – - .  .  . – .  . -  . . .  . -     – . -  . -  . – . .  – - -     – - .  . – -     – - .  . -  – . -     . – - .  .  . – .  – .  . -  . . . .     – -  .  – .  – - .  .  – . – .  .  . – -  . -  – . -  . -  – .     – . .  . .  . -     . -  -  . -  . . -  . – - .  . . -  – .     – . . .  . .  – . -  . .  – .     – . .  . .  . -     – -  . -  . – .  . -  . . . .        -  . -  . – - .  . .              – -  . . -  – .  – - .  – . -  . .  – .     . -  . – - -  . -     . .  -  . . -     . . . .  . -  – .  – . – -  . -     . – - .  .  . – .  . -  . . .  . -  . -  – .     – - .  . – -     . -  . – - -  . -