satu tahun…
ternyata begitu cepat berlalu hingga kini ku serasa berada di lingkaran waktu yang sama. berharap mimpi-mimpi selama ini menjelma menjadi dejavu yang indah. yang kulakukan sekarang ini hanya menghitung hari demi hari.. dan saat tiba waktunya nanti, aku hanya ingin mengungkapkan semuanya padamu.
Ada beberapa hal yang sangat menarik buat gw untuk dipelajari selain bahasa pemrograman, jaringan komputer, fisika, filsafat dan musik.. yaitu psikologi. Biasanya kalo ke gramed, gw gak pernah ngelewatin itu semua. Pertama masuk pasti langsung gw incer buku-buku baru soal politik dan pemerintahan, abis itu liat-liat buku komputer, truss baca-baca fisika modern. Kalo dah puas gw langsung meluncur ke buku-buku filsafat… Naaah, kalo dah mabok baru deh baca-baca komik dan….last destination.. psikologi. Huahaha… kesannya gw gak modal banget, baca buku gretongan di gramed.
Beberapa minggu yang lalu ada temen gw yang bilang sama gw kalo gw tuh orangnya perfeksionis abis, melankolis, punya jiwa leadership yang kuat, terjadwal dan cukup menyenangkan kalo di ajak maen dan ngobrol (masa sih…). Gak lama dia ngomong dua kata… Melancholy-Choleric. Yaa, begitulah kira-kira hasil analisis seorang cewe yang udah gw kenal lebih dari 5 tahun. Emang sih dia dari orang physco, tapi sebegitu rajinkah dia sampe semua orang yang dia kenal selalu aja dipelajari. Hihihihi.
Tadinya gw pengin di test kepribadian sama dia. Berhubung akhir-akhir ini dah jarang banget buat ketemuan, yaah rencana tinggalah rencana. Gak jadi-jadi gw di test. Hasil baca-baca buku psikologi, gw coba untuk ngetes-ngetes diri sendiri trus gw coba bandingin lagi dengan buku yang lain dan gw bandinging lagi dengan Personality Test yang ada di internet. Ooh.. shit.. hasilnya sama aja. Yup.. hasil test menunjukkan kalo gw manusia dengan temperamen Melancholy-Choleric.
Hasil test yang gw coba di oneishy, menunjukkan kalo gw: 40% Melancholy, 30% Choleric, 20% Sanguine dan 10% Phlegmatic.
Melancholy
The Melancholy’s Emotions
Deep and thoughtfully, Analytical, Serious and purposeful. Genius prone, Talented and creative, Artistic or musical, Philosophical and poetic, appreciative of beauty, Sensitive to others, Self-sacrificing, Conscientious, Idealistic, The Melancholy As A Parent, Sets high standards, Wants everything done right, Keeps home in good order, Picks up after children, Sacrifices own will for others, Encourages scholarship and talent
The Melancholy At Work
Schedule oriented, Perfectionist, high standards, Detail conscious, Persistent and thorough, Orderly and organized, Neat and tidy, Economical, Sees the problems, Finds creative solutions, Needs to finish what he starts, Likes charts, graphs, figures, lists
The Melancholy As a Friend
Makes friends cautiously, Content to stay in background, Avoids causing attention, Faithful and devoted, Will listen to complaints, Can solve other’s problems, Deep concern for other people, Moved to tears with compassion, Seeks ideal mate
Choleric
The Choleric’s Emotions
Born leader, Dynamic and active, Compulsive need for change, Must correct wrongs, Strong-willed and decisive, Unemotional, Not easily discouraged, Independent and self sufficient, Exudes confidence, Can run anything
The Choleric As A Parent
Exerts sound leadership, Establishes Goals, Motivates family to action, Knows the right answer, Organizes household
The Choleric At Work
Goal oriented, Sees the whole picture, Organizes well, Seeks practical solutions, Moves quickly to action, Delegates work, Insists on production, Makes the goal, Stimulates activity, Thrives on opposition.
The Choleric As a Friend
Has little need for friends, Will work for group activity, Will lead and organize, Is usually right, Excels in emergencies
Tadi malem bisa dibilang presentasi yang cukup menakutkan buat gw. Gimana nggak, paginya gw nyari-nyari bahan mengenai Perancangan Perangkat Lunak, siangnya mulai-mulai compile semua bahan yang gw dapet, sorenya bikin paper dan malemnya harus di presentasiin. Phiuuuuh.
Biasa lah yang namanya tugas kuliah, kalo nggak bikin paper yah presentasi. Ada 4 tugas yang harus dipilih buat dijadiin bahan presentasi; Biological Programming Language, Stochastic phi Calculus, Functional Programming dan Extreme Programming. Gw langsung milih Biological Programming Language. Heeem… kayaknya gw baru denger.
Tadinya gw dah punya bahan mengenai Stochastic Pi Machine (SPiM), SPiM merupakan simulator untuk stochastic pi-calculus yang dapat digunakan untuk simulasi dan pemodelan sistem biologi. Emmm, sialnya gw gak ngeh kalo stochastic juga salah satu bahan presentasi kelompok lain, padahal gw dah bikin papernya. Huh.. menyebalkan.
Googling sana-sini akhirnya nyangkut di SystemBiology.org. Salah satunya ngebahas mengenai Systems Biology Markup Language (SBML). SBML merupakan suatu format yang merepresentasikan model dari jaringan-jaringan reaksi biokimia. Sifatnya yang Free dan Open Source membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengembangkan bahasa ini. Selain itu SBML juga didukung oleh lebih dari 110 software sistem biologi. SBML sendiri menggunakan UML class diagram dalam penggambaran sistemnya. Sedangkan notasi yang digunakan tidak berbeda jauh dengan notasi XML walaupun SBML mendefinisikan kembali untuk notasi bahasanya.
Untuk penggambaran sistem biologi digunakan CellDesigner. CellDesigner tidak berbeda jauh dengan UML, hanya saja penamaannya saja yang berbeda karena mengadapatasi sistem biologi., mulai dari gen, protein, dna (disebut juga sebagai species) dan juga reaksi yang terjadi antara species-species tersebut.
Presentasi yang gw hajar habis sendirian mengundang bengong buat temen-temen gw. Bahasannya yang terlalu canggih atau gw nya yah yang gak jelas. Huahaha. Yah itung-itung, bisa menambah wawasan baru buat gw, dosen dan juga temen-temen gw.
89% You Passed with an Above Average Score

Hihihi…
Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang. Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” ” Ya, tetapi, aku tidak membawa uang” jawab Ana dengan malu- malu
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”. Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. “Adaapa nona?” Tanya si pemilik kedai. “tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah” “Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.
Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya” Ana, terhenyak mendengar hal tsb. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.
Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang hrs diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang”. Pada saatitu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.
Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.
from: anonymous