October 5, 2007

seminggu

senin.. selasa.. rabu.. nelepon dan sms dia di waktu yang sama.

kamis.. sengaja gw gak telepon dan sms dia

jumat.. nelepon dia lagi

sabtu.. ketemuan!

September 6, 2007

Semangkuk Mie

Filed under: Daily Life

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang. Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” ” Ya, tetapi, aku tidak membawa uang” jawab Ana dengan malu- malu

“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”. Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. “Adaapa nona?” Tanya si pemilik kedai. “tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.

“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah” “Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya” Ana, terhenyak mendengar hal tsb. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang hrs diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang”. Pada saatitu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

from: anonymous

May 21, 2007

decta

Filed under: Personal, Daily Life

Setiap derita yang kita tanggung, setiap beban dan kesusahan yang menimpa kita, tentu mempunyai alasan dan arah untuk kebaikan kita. Setiap kesedihan yang membuat kapala kita tertunduk, setiap tetes air mata yang mengalir, tentu mempunyai alasan dan arah bagi kepentingan kita.

Setiap luka hati, setiap seruan pedih, setiap rasa kesendirian, setiap malam yang terasa panjang dan mencekam, tentu mempunyai alasan dan arah untuk perkembangan kita.

Jika kita percaya kepada Allah, semuanya itu akan berbalik menjadi kebaikan bagi kita.

Tuhanlah yang tahu mengapa harus begitu

by: decta… dedicated to vlado

May 16, 2007

bagaimana bisa

Filed under: Personal, Daily Life

Selama ini gw selalu berpikir ada yang salah dengan sikap gw terhadap seorang cewe yang gw kenal. Entah gw yang terlalu baik atau terlalu apa lah. Terkadang gw suka merasa bersalah terhadap apa yang gw lakukan selama ini. Entah itu melalui sikap gw, perlakuan gw ataupun perhatian gw tanpa pernah berpikir apa yang tuh cewe rasakan ke gw. Gw terlalu baik.. gw terlalu memberi perhatian lebih dan kata-kata gw bagaikan seorang penyihir… yang seharusnya bukan gw yang bisa memberikan semuanya itu.

Memang sulit memahami perasaan cewe ketika pertama kali mengenal. Seiringnya waktu, gw bisa juga memahami, walaupun terkadang harus butuh waktu lama untuk dapat mengerti dan memahami apa yang cewe rasakan. Rasanya menyakitkan jika kita bertemu dengan orang yang kita sayangi, tapi kita gak bisa berbuat lebih terhadap orang yang kita sayangi tersebut. Bagi gw sakit di depan lebih baik jika harus menunggu waktu, menunggu sebuah luka yang semakin lama membesar, hingga gw gak bisa menahan lagi rasa sakit itu.

Gw beruntung punya dua sohib yang tahu banget siapa gw. Dua wanita kuat yang sama-sama pernah merasakan bagaimana rasanya sakit, marah sama gw, benci sama gw. Begitu juga sebaliknya.. apa yang gw rasakan ke mereka. Gimana rasanya down.. gak bisa berbuat apa-apa. Seakan dunia mau runtuh.. mo lompat dari atas pohon toge. Tapi sekali lagi, mereka adalah orang-orang yang tahu siapa gw sebelum rasa sakit itu datang. Kadang gw nggak pernah habis pikir, selama ini yang selalu support dan menenangkan gw ketika gw lagi down adalah mereka berdua. Gw pernah menyakiti mereka, dan mereka juga pernah membuat gw kecewa. Tapi satu hal… mereka gak pernah menyebut diri gw ‘jahat’, di saat mereka merasakan bagaimana pahitnya melewati sebuah persahabatan ketika perasaan-perasaan yang tidak seharusnya muncul. Belajar menjadi dewasa dari sebuah kesalahan adalah sesuatu yang sangat berharga.

Pagi ini sesorang berbisik di telinga gw..”Dia cuma gak kenal siapa lo, vladd”.

jangan suruh aku menjauhimu.. kalo kau sendiri sulit untuk berhenti menyalahkan dirimu – A just friend thinks the friendship is over, when you have an argument. A best friend knows that it’s not a friendship, until after you’ve had a fight.

April 25, 2007

ketika rasa itu hilang

Filed under: Personal, Daily Life

Hari ini gw baru aja ‘kehilangan’ seseorang. Seperti ada yang hilang dari separuh jiwa gw. Gw sampe cuti hari ini, susah makan, nongkrong di lab kampus, dengerin musik, ke toko buku, maen ke time zone, sisanya ngerjain tugas kantor di lab.

Benarkah hidup itu sebuah pilihan?

sampe segitunya

February 14, 2007

valentino rossi

Filed under: Personal, Daily Life

Hari ini gw ngasih coklat buat dia, ditambah hiasan bunga diatasnya. Kotak berbentuk hati warna pink. Tanpa ucapan dan kata-kata sedikit pun. Speechless. Gw pengin banget bisa ketemuan malem ini, tapiii.. gw masih ada meeting malem ini.

happy valentine day – miss you

January 30, 2007

landak dan kupu-kupu

Filed under: Personal, Poem, Daily Life

Aku masih menjadi seekor landak
Dengan tajamnya duri-duriku
Dengan pikiranku untuk mendekatimu
Dengan hatiku untuk menjauhimu

Aku masih menjadi kupu-kupu
Meski sayapku pucat
Aku akan tetap menjadi kupu-kupu
Meski tak punya sayap

December 26, 2006

x-mas

Filed under: Personal, Daily Life

Have a wonderful love christmas.

Natalan di rumah kemarin rameee banget, semua sepupu dateng semua. Pohon natal gw rusak abis, gak hanya kadonya aja yang diambil, tapi semua hiasannya diambilin juga. Hehehe…ampuuun. Masih banyak banget coklat di rumah, yang kalo dimakan tiap hari ampe taon baru juga gak bakalan abis.

Merry Christmas and Happy New Year.

We celebrate this time of year
because our Lord was born,
But let us not forget
That there are others who may mourn.

In times of sorrow, times of strife,
it’s sometimes hard to smile,
So, Holy Spirit, please come in
and tarry for a while.

Touch those who may be suffering;
Touch every wounded heart,
Touch all those burdened souls
When they feel distant, set apart.

Remove the pain, and fill their hearts
with happiness and mirth,
And let them all rejoice now
in The Savior’s holy birth.

December 20, 2006

kopi asin hangat

Filed under: Daily Life

Kopi Asin Hangat

Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya.

Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, “Kita pulang aja yuk…?!?”. Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, “Bisa minta garam buat kopi saya?”. Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.

Si gadis dengan penasaran bertanya, “Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?”. Si pria menjawab, “Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana. “Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya, dan keluarganya.

Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua. Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang
dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli … betul-betul seseorang yang sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu!

Untung ada kopi asin!

Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya,dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.

Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, “Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu … tentang kopi asin. Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya terlalu sayang padamu dan telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun. Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.”

Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam?

Si gadis pasti akan menjawab, rasanya manis.

tambahkan Cinta dan Kurangi prasangka karena terkadang garam terasa lebih manis daripada gula

September 6, 2006

bintang jatuh

Filed under: Personal, Daily Life

tuk sesorang yang kuliah pagi hari ini – met kuliah

Met pagi sayang, pagi ini aku liat bintang jatuh loh. Kalo kamu ada disini, pasti aku bilang “Ada bintang jatuh, Sayang!”. Lama banget bintang itu jatuh. Seolah-olah dia ingin mengatakan sesuatu sama aku. “Hei.. kamu minta apa, mumpung aku lagi jatuh nich”, kata si bintang. Emm, aku bingung mo minta apa sama si bintang. Truss aku teriak aja, “Aku ingin melupakan kamu”.

Saking kencengnya teriakan aku, tetangga sampe buka pintu kamar dan ngeliatin aneh gitu ke aku (ya iya lah… jam 1 pagi teriak-teriak di luar). Tapi.. sayang, sampe saat ini aku masih sayang banget sama kamu.

Gak lama kemudian, aku liat bintang jatuh yang kedua kalinya. Ternyata si bintang benar-benar menggoda aku buat minta satu permintaan lagi. Tanpa banyak mikir, aku minta… “Aku ingin sekali bisa memelukmu malam ini, walau sesaat”.

Tapi.. rasi bintang lebih memilih permintaanku yang pertama.