August 4, 2007
aku ingin bebas
bebas berkembang seperti virus di dunia maya
aku ingin bebas merdeka
persetan dengan semua aturan
aku ingin belajar menjadi orang yang egois
egois seperti kamu atau mereka
aku ingin membuatmu merasa kehilangan
seperti aku merasa kehilanganmu
puih…aku tak peduli
sekalipun air matamu tercurah
sekalipun isak tangis bernyanyi
karena kamu membuatku begitu
June 30, 2007
aku begitu kagum akan dirimu, walau kau tak pernah impikan aku
dalam keheningan slalu kuimpikan jiwa mu
aku ingin menjadi orang yang slalu menjagamu saat kau sakit
menjadi sandaran saat kau rapuh
menjadi tuntunan saat kau buta
menjadi pegangan saat kau renta
atau mungkin sebaliknya
sedikitpun aku tak berniat mengatakan cinta untuk mu
karena aku akan melakukannya untukmu
atau barangkali aku tidak memiliki kesempatan untuk mewujudkan semua itu
untuk malaikatku
May 30, 2007
Katakan padaku
Bagaimana caranya menjadi bintang
Dan kau cahaya
Dan siang
Aku sendiri
Katakan padaku
Bagaimana caranya menjadi hati
Dan kau panah
Dan darah mengalir
Aku sendiri
Katakan padaku
Bagaimana caranya menjadi tinta
Dan kau pena
Dan selesai
Aku sendiri
je
January 30, 2007
Aku masih menjadi seekor landak
Dengan tajamnya duri-duriku
Dengan pikiranku untuk mendekatimu
Dengan hatiku untuk menjauhimu
Aku masih menjadi kupu-kupu
Meski sayapku pucat
Aku akan tetap menjadi kupu-kupu
Meski tak punya sayap
September 12, 2006
lirihan baja berjalan di depanku
dimana manggarai tempat terakhirku
purnama memantul di atas sepatuku yang mengkilap
seakan mengalahkan rel-rel di malam gelap
ohh..
bulan memberikan sinar kepadaku
untuk sebuah nganga di sepatuku
hiks…
jebol sudah sepatuku
dongkol sudah hatiku
hari ini baru gw lem pake power glue… mantab dah
September 8, 2006
Aku adalah sebuah router
Kamu adalah sebuah router
Hubungan kita adalah kabel serial
Dimana aku sebagai DTE dan kamu sebagai DCE
Protokol kita adalah EIGRP
Dengan puluhan VLAN di antara kita
September 7, 2006
Sulit bagiku merangkai kata
Tuk mengatakan dirimu penuh pesona.
Hanya sedikit goresan tinta
Yang menahan sakitnya sesak dada.
Tapi hari ini…
Napas itu tak lagi memburu dalam dadaku
Gairahnya lenyap
Bersama bintang-bintang di penghujung malam.
Hasrat itu lepas sudah
Bersama senja yang pergi ke peraduannya.
Tujuh wanita berteriak kepadaku pagi ini
Cemburu melihatku hanya kepadamu
June 20, 2006
eskrimku adalah eskrimmu
aku beli eskrim buat kamu
abisnya dari kemarin kamu minta eskrim
aku beli 2 eskrim
satu buat aku
satu buat kamu
tapi kenapa dengan eskrimmu
kamu kasih ke orang lain
jadi aku doang yang makan eskrim
eskrimku bukan lagi eskrimmu
eskrim khan mahal
besok-besok aku beli estungtung aja
estungtungku sama dengan estungtungmu
kalo kamu kasih ke orang lain
ah..itu khan cuma estungtung
bukan eskrim
eskrimku bukan eskrimmu
May 16, 2006
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia
Tuhan tahu berapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih
Tuhan sudah menghitung air matamu.
Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu dengan begitu saja
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.
Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon
Tuhan selalu berada di sampingmu.
Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi
Tuhan punya jawabannya.
Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa pusing atau tertekan
Tuhan dapat menenangkanmu.
Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan
Tuhan sedang berbisik kepadamu.
Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur
Tuhan telah memberkatimu.
Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban
Tuhan telah tersenyum padamu.
Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.
Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap
Tuhan tahu.
April 3, 2006
CINTAKU JAUH DI PULAU
Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya.
Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja,”
Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri
oleh: Chairil Anwar