Balik dari Lab CISCO hari jumat lalu, gw sempetin buat nongkrong di halte MIPA bareng temen gw. Udah tau sich, bis kuning UI a.k.a bikun pasti penuh banget. Tapi gw nunggu di halte bukan buat nungguin bikun.. tapi ngeliatin cewe-cewe mahasiswa baru a.k.a maba pake seragam putih-putih yang lagi duduk di trotoar dengan jaket kuningnnya UI. Wew.
Lucu juga ngeliatin mereka, masih keliatan banget anak SMAnya. Saking lucunya, ada beberapa anak MIPA yang ketawa-ketawa ngeliatin gayanya mereka. Yaa… namanya juga anak baru. Masuk UI…boo. “Allow rick, gimana rasanya masuk UI?”.
Nngeliat OSPEK sekarang di UI sama di GUNDAR, nggak ada bedanya. Gak ada seru-serunya. Masa OSPEK cuma disuruh nyanyi-nyanyi doang sama bawa barang yang aneh-aneh. Ah… beda banget sama OSPEK dulu.
Eh.. hari ini maba juga dah pada masuk di kampus gw. Emm…(Otak Jahat mode: ON – sambil garuk-garuk kepala)
(Becanda mode: OFF, Serius mode: ON).
Oia, ngeliat gayanya maba, hampir kebanyakan dari mereka blom tau gimana caranya ngadepin sesuatu yang bener-bener baru di Perguruan Tinggi. Kalo di sekolah dulu, kedudukan guru lebih tinggi daripada seorang murid, tapi kalo di Perguruan Tinggi kedudukan kita sama dalam hal mengemukakan pendapat. Begitu pula dalam hal penguasaan materi, seorang mahasiswa dituntut lebih kreatif dalam hal penerimaan materi di kelas.
Sukses tidaknya seorang mahasiswa di perguruan tinggi sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari birokrasi sistem perkuliahan (kayak kampus gw…birokrasinya susah banget…ups), dosen, lingkungan, keluarga, temen dan dari diri sendiri.
Sebagai mahasiswa, berprestasi di bidang akademik merupakan suatu keberhasilan. Tapi sukses dalam belajar bukanlah satu-satunya tujuan seeorang mahasiswa. Kemampuan untuk mengembangkan diri dan memeperluas cara berpikir juga nggak kalah pentingnya.
Buat kamu-kamu… (especially for…cewe-cewe maba MIPA) yang baru aja menyandang predikat mahasiswa, mudah-mudah info berikut bisa bermanfaat supaya kamu-kamu bisa sukeses menjadi mahasiswa (dahsyaaat..).
Berprestasi di Awal Semester
Buatlah prestasi akademik pada semester pertama. Awal yang baik bisa menjadi pemicu uintuk terus berprestasi di semester-semester berikutnya. Yaaa, itung-itung tabungan IP kalo-kalo di semester berikutnya dapet IP jelek. Hehehe. (Gw pernah ngalamin dimana IP gw paling tinggi di kelas… dan pernah ngalamin dimana IP gw…..au ah).
Selektif Memilih Teman
Kemandirian di perguruan tinggi membuat pergaulan sesama mahasiswa cenderung bersifat individualistis. Apalagi kalo kuliahnya tidak memerlukan kelompok, seperti praktikum misalnya. Teman diperlukan untuk belajar, berdiskusi, mengerjakan tugas-tugas kuliah, atau mendapatkan informasi. Karena teman memberikan pengaruh yang cukup besar, maka pilihlah teman yang cocok dan bisa menunjang studimu. (So… cari temen yang tajir, baik dan pinter).
Kenali Seniormu
Bersikap baik dan sopanlah terhadap senior. Bukan berarti senior-senior itu gila hormat. Mereka akan lebih bersimpati jika kamu bisa menghargai mereka. Gunanya agar kamu mudah memperoleh pinjaman buku plus soal-soal ujian tahun lalu. Di samping itu kamu bisa mendapatkan berbagai informasi, baik itu tentang dosen, mata kuliah, dan banyak hal lainnya yang berhubungan dengan kuliah. Lebih bagus kalo deketin senior yang anak Lab. sama senior cewe (Hehehe.. pengalaman pribadi)
Manfaatkan Perpustakaan
Sering-seringlah mengunjungi perpustakaan. Perpustakaan adalah gudangnya ilmu dan informasi. Apalagi kalau kamu bisa meminjam buku-buku kuliah dari situ. Lumayan, kan untuk menghemat uangmu!. (Selama gw kuliah, gw gak pernah minjem buku di perpus…ups, jangan ditiru
)
Jangan Jadi Mahasiswa Pasif
Setelah menjadi mahasiswa, hindarilah rutinitas : kampus – kantin – rental PS - kost/ rumah. Ikutilah aktivitas-aktivitas di luar jadwal kuliahmu. Di perguruan tinggi ada begitu banyak kegiatan yang bisa kamu ikuti. Mulai dari kegiatan keagamaan, olah raga, fotografi, pencinta alam, teater. Pilihlah organisasi yang sesuai dan cocok dengan minat dan bakatmu. Lebih bagus kalau orgnisasi itu bisa menunjang studimu.
Mengatur Waktu
Kebebasan yang kamu dapat di perguruan tinggi membuat kamu berhak mengatur studimu sendiri. Apakah mau diselesaikan dengan cepat, sedang atau bahkan lambat. Tapi ingat, masing-masing universitas memiliki batas waktu studi maksimum. Maka pandai-pandailah mengatur waktu antara kuliah dengan kegiatan-kegiatan ekstern. Sempatkan waktu untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas di sela-sela kegiatanmu. Jangan pernah menerapkan SKS (Sistem Kebut Semalam) ketika menghadapi ujian. Selain hasilnya tidak maksimal, cuma akan mengganggu kesehatan saja (kecuali terpaksa.. hehehe).
Jangan Ketinggalan Informasi
Informasi sangat penting bagi seorang mahasiswa. Apakah itu informasi tentang jadwal kuliah, kegiatan-kegiatan kampus, beasiswa, jadwal pengisian KRS. (Jadi inget temen gw yang cuti 1 semester gara-gara telat ngisi KRS).
Jaga Kesehatan
Kesehatan sangat mempengaruhi prestasi belajar. Gangguan kesehatan akan menyebabkan turunnya kemampuan belajar yang selanjutnya membuat prestasimu merosot. Bahkan yang lebih buruk bisa menggagalkan studimu di tengah jalan.Aturlah kapan waktunya kamu makan, kapan belajar, kapan istirahat, kapan berolah raga (dan kapan harus pacaran.. hua ha ha). Setelah kamu tetapkan, maka laksanakanlah dengan disiplin.
Pertahankan Motivasi
Sering seorang mahasiswa merasa tidak mampu mengikuti kuliah tertentu padahal ia belum mencobanya. Akibat keyakinan yang telah ditanamkannya itu maka ia gagal dalam mata kuliah yang bersangkutan. Untuk meraih prestasi yng baik, maka harus ditanamkam motivasi dan keyakinan diri yang kuat di dalam diri bahwa kamu sanggup mengikuti kuliah itu. Dengan demikian setiap permasalahan yang timbul dalam perkuliahan dapat kamu atasi dan kamu pun lebih bersemangat kuliah. (Widiih.. mantab bro).
Asisten Dosen
Di berbagai Universitas biasanya memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk menjadi seorang Asisten Dosen atau Asisten Lab. Dengan terlibat menjadi Asisten, kamu bisa mendapatkan ilmu yang lebih dan bakalan lebih tau duluan dibanding dengan teman-temanmu baik kuliah maupun praktikum.
Semoga Bermanfaat.
diambil dari arsip LIST - dengan sudah mengalami perubahan
Buka-buka milis, ada yang ngirimin forward’an tentang tips kalo ditilang polisi. Masalahnya gw sering banget bawa motor nggak pake SIM. Hehehe.
Kalo sedang ditilang di jalan oleh Polisi apapun, jangan sekali-kalo damai dan ngasih duit, minta tilang aja langsung, hasilnya tuh Polisi pasti kesel karena nggak dapet duit dan ngurusnya gampang kok, dendanya resmi.
Tips nya:
- Kalo ditilang di jalan sebenernya ada dua pilihan, Form Biru dan Form Merah.
- Form Biru adalah kalo anda terima kesalahan anda, artinya anda nggak perlu berdebat ama hakim. Dengan Form Biru ini anda bayar dendanya di BRI yg ditunjuk, abis bayar denda resmi ke BRI, ambil SIM/STNK yg disita di kantor Ditlantas Polda Metro Jaya di Pancoran, gedung baru sebelum Gelael arah Cawang, di sini ada ruang khusus Loket Tilang, ruang tunggu nyaman ber-AC, dengan hiburan SateliteTV.
- Form Merah artinya anda nggak terima kesalahan anda dan diberikan kesempatan untuk berdebat ato minta keringanan ama hakim. Biasanya tanggal sidang adalah maksimum 14 hari dari tanggal kejadian, tergantung hari sidang tilang di Pengadilan Negeri yang bersangkutan. Contoh: bila ditilang di kuningan, berarti sidang di PN JakSel dengan sidang tilang setiap hari selasa… oleh polisi, barang sitaan (SIM/STNK) akan disetor ke kantor Ditlantas Polda Metro Jaya di Pancoran sampai dengan H-1 tanggal sidang, jadi selama masih di Ditlantas Polda Metro Jaya Pancoran, SIM/STNK tetap bisa ditebus tanpa sidang ke PN, cukup ke Loket Tilang, serahin Form Merah, bayar dendanya, SIM/STNK balik dengan sukses.
- H-1 tanggl sidang dan seterusnya, SIM/STNK udah dikirim ke pengadilan sesuai daerah perkara, jadi harus ditebus di PN yang bersangkutan.
- Kalo pengen hadir sidang, dateng sesuai tanggal sidang yang tertera di Surat Tilang ke PN yang bersangkutan, tapi ini nggak disaranin, kenapa? Karena antreannya luar biasa panjangnya, kita tetap nggak punya kesempatan bertemu hakim, karena sidangnya sebenarnya IN ABSENTIA, dan akan banyak banget CALO yg nawarin bantuan, sebaiknya dihindari. Lebih baik cuekin aja tanggal sidang, ambil SIM/STNK terserah anda di hari lain, hindari hari sidang tilang biar nggak rame, terus langsung tuju Loket Khusus Tilang yang ada di masing-masing PN. Tunjukin Form Merah, dalam 5 menit SIM/STNK udah di tangan dengan membayar denda resmi.
- Sebelumnya, cermati berapa denda resminya, biar nggak dilebih-lebihin ama petugasnya. Contoh: denda sepeda motor masuk jalur cepat adalah Rp. 15000,-, petugasnya kemungkinan akan bilang Rp. 25600,-, dikasih angka 600 agar seolah-olah itu perhitungan rumus-rumus, padahal akal-akaln aja biar ada yg masuk kantong dia, karena saat dikasih uang bulet Rp. 15000,-, dia pasti akan diem aja kok.
Gampang khan? Jadi intinya: jangan sekali-kali damai ama Polisi di jalanan, minta tilang aja, pilih prosedur sesuai tips di atas, nggak usah ikut sidang kalo nggak pengen repot, cuekin calo-calo yg nawarin bantuan, bayar denda sesuai tarif resmi.
Emm, boleh dicoba nich.
Tadi malem gw kuliah Sistem Informasi Manajemen (SIM). Dari tiga pertemuan, tadi malem adalah pertemuan yang terakhir, dan harus mempresentasikan suatu sistem informasi di tempat gw kerja atau membahas suatu sistem yang sudah ada. Kelompok gw membahas mengenai Sistem Informasi Laboratorium Informatika Universitas Gunadarma.
Dari 9 kelompok yang maju, kebanyakan membahas mengenai sistem dimana mereka bekerja. Gak detail sih, tapi cukup memberikan gambaran umum mengenai sistem yang mereka paparkan. Ada yang memberikan presentasi dengan baik, ada yang bingung, ada yang gak ngerti apa yang dia omongin, ada yang baru mempelajari materi pada saat itu (buat yang satu ini, udah beda kerjaan, gak online..lagi).
Yang gw perhatikan dari semua kelompok, hanya beberapa kelompok yang benar-benar memperhatikan isi slide. Mungkin aja mereka bikinnya abis kerja dan sebelum presentasi, jadi bikinnya buru-buru dan udah gak mikirin lagi slide’nya bagus apa nggak. Ada kelompok yang tidak memperhatikan ukuran dan font, ada yang fontnya gak jelas (semacam Monotype Corsiva atau Lucida Handwriting) dengan ukuran font standar (12 pt), ada yang backgroundnya warna biru dengan tulisan warna hitam. Ada yang tulisannya kecil semua dan hampir memenuhi satu slide (seperti memindahkan isi buku ke dalam slide). Maklum…namanya juga buru-buru (termasuk gw…hehehe).
Padahal, dalam menggunakan slide kita dituntut untuk lebih jeli dan teliti agar pesan yang disampaikan lewat slide dapat terbaca dan dimengerti. Gw suka terkesima kalo liat orang mempresentasikan materi, slide’nya bagus banget. Udah gitu ngejelasinnya gak bikin bosen dan gampang dimengerti.
Gw sendiri untuk presentasi bener-bener dipikirin banget. Sampe bela-belain nyari CD yang isinya template Power Point (duh..sampe segitunya. Abis males downloadnya). Selain templatenya bagus-bagus, juga bisa tampil beda dibandingkan yang lain (halaah). Dengan adanya template gw bisa memilih sesuai dengan materi yang gw bawain. Ketika gw masih jadi asisten di Lab, kalo presentasinya mengenai jaringan, gw akan pakai slide dengan template yang bertemakan jaringan. Kalo database, gw akan pake slide yang templatenya berhubungan sama database. Pernah ada yang nanya kayak gini ke gw”Slidenya bagus, siapa yang buat” (hehehe…jadi ge’er dech gw). Gw biasanya akan termotivasi untuk tampil baik jika sedang presentasi kalo slidenya juga bagus (ada efek psikologisnya juga).
Tapi itu baru sebagian kecil, gimana menyajikan presentasi yang baik. Nah di bawah ini merupakan sebuah saran penggunaan slide yang baik.
Pilih background yang sesuai.
Akan lebih baik jika background sesuai dengan materi yang akan di presentasikan. Jika tidak ada, gunakan template standar yang tersedia di aplikasi presentasi. Usahakan jangan menggunakan background yang terlalu penuh dengan gambar dan mencolok.
Gunakan animasi agar slide terlihat dinamis.
Dengan adanya animasi, presentasi terlihat lebih hidup dan tidak membosankan. Tapi, jangan juga kebanyakan animasi. Tujuan Anda presentasi adalah menyajikan materi.
Masukkan hanya empat atau lima bulllet (point) dalam satu slide.
Slide yang terlalu ramai hanya akan membuat pusing orang yang melihat. Slide yang rapih dan teratur akan lebih mudah dibaca dan dicerna isinya.
Bicarakan setiap bullet/point.
Penjelasan setiap bullet memang sebaiknya diutarakan lewat lisan. Sehingga tidak banyak memakan tempat slide. Kemukakan penjelasan dengan singkat.
Gunakan huruf dan gambar yang jelas dengan ukuran yang terlihat hingga jarak tertentu.
Usahakan agar orang-orang yang duduk di barisan paling belakang tetap dapat membaca tulisan dalam slide dan melihat gambar dalam slide dengan jelas. Hindari ukuran font yang terlalu kecil, biasanya ukuran font berkisar antara 24pt-32pt.
Jangan sekali-kali memindahkan satu halaman dari sebuah dokumen atau buku ke dalam slide.
Ini merupakan kesalahan dan kecerobohan besar, karena hanya membuat Anda bekerja dua kali. Tulisan di buku atau suatu dokumen, umumnya kecil dan sulit terbaca jika disorotkan ke layar. Sehingga Anda membutuhkan energi lagi untuk membacakannya pada orang-orang yang bertanya.
Sediakan waktu dua sampai tiga menit untuk membicarakan setiap slide.
Jangan menghabiskan banyak waktu untuk satu slide. Anda perlu berhemat waktu untuk berbicara agar semua slide bisa Anda jelaskan dalam waktu yang terbatas.
Matikan slide dari komputer atau proyektor setelah selesai dipakai.
Adalah kesalahan besar jika membiarkan slide tetap dalam keadaan menyala sementara Anda mengemukakan topik yang lain. Kalau Anda tidak berniat memperlihatkan slide berikutnya, matikan proyektor.
Saran-saran berdasarkan pengalaman pribadi dan temen-temen gw. Gak ada salahnya buat di coba. Ato punya saran yang lebih baik??? Silahkan komen.
Gw sendiri masih belajar banyak, gimana cara presentasi yang baik. Jauh-jauh hari sich dah pede, tapi pas presentasi..tetep aja..masih deg-degan (sedikit…hihihi).
Semoga bermanfaat dan sukses, especially for temen-temen gw yang tadi malem presentasi.